untuk
dapat menemukan pola dan peta pemikiran islam, kita dapat menunjukan konstruksi
religiusitas yang baru dan yang segar yang kondusif bagi penyemaian
spritualitas keagamaan yang apresiasif terhadap tantang zaman pada dewasa ini
adalah dua pendekatan yang harus di tempuh pada zaman sekarang ini :
1. Pendekatan
optimistis yang menekankan atau memandang religiusitas sebagai sebuah kekuatan
motivasional-dinamika.
2. Pendekatan
pesimistik yang menekankan religiusistas sebagai kekuatan dan struktur
ideologis, baik oleh lapisan atas maupun oleh lapisan bawah dalam sebuah
masyarakat muslim.
Dengan mengemukan dua pendekatan tersebut dapatlah secara ringkas dilakukan pemetaan
jenis-jenis dan pola pemikiran keagamaan yang sekarang yang berada dalam sebuah
persimpangan yang menegangkan, sehingga ada tarik menarik antara pemahaman
agama yang satu dengan yang lain sehingga di jadikan sebuah ladang politik oleh
pemahaman orang-orang tradisionalis untuk merebut kekuasaan politik pada saat
sekarang ini. Maka jelas terjawab sudah persoalan – persoalan pada zaman zaman
ini yang bukan lagi spiritual yang di prioritaskan akan tetapi kekuasaan target utama, sehingga krisis
ekologi, kemiskinan global, dan sebagainya malah di biarkan begitu saja padahal
inilah yang perlu diperiotaskan untuk pembangunan masyarakat sejatinya.
Untuk
dapat memilih berbagai pendekatan dalam islam maka di perlukan beberapa asumsi
pokok agar gambaran islam dari bebagai disiplin tidak saling bertentangan dan
faktor fundamental yang merupakan premis dalam menentukan cara berpikir umat
manusia.Islam sebagai agama yang fitrah haruslah memiliki kemampuan daya sentuh
yang aktual terhadap seluruh kehidupan manusia yang coraknya beranek ragam dan
islam itu juga harus lahir ( berawal ) dari kesadari diri manusianya bukan
struktur, sehingga mudah diraskan, difahami, dan juga di manifestasikan oleh
pemeluknya, adapun islam agama yang hakiki dalam diri manusia yang sejati
sehingga memanifestasinya adalah adanya keesaan Allah dan keesaan umat untuk
memiliki pedoma untuk memahami islam sesungguhnya bukan memecahkan kekuatan
islam yang sudah ada pada saat sekarang. Dan pada modernisasi sekarang ini
sudah ada golongan pemecah agama dan juga sudah menjelaskan dalam Al-quran.
“ Sesungguhnya orang
–orang yang memecahkan belahkan agama mereka dan mereka menjadi golongan,
bukanlah engkau dari golongan mereka sedikit pun. Sesungguhnya urusan mereka
hanyalah terserah kepada Allah.. ..( surah, al-An`aam [6] : 159 ) “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar