Senin, 22 Agustus 2016

Peta Pemikiran Islam Dalam Kekinian

untuk dapat menemukan pola dan peta pemikiran islam, kita dapat menunjukan konstruksi religiusitas yang baru dan yang segar yang kondusif bagi penyemaian spritualitas keagamaan yang apresiasif terhadap tantang zaman pada dewasa ini adalah dua pendekatan yang harus di tempuh pada zaman sekarang ini :
1.      Pendekatan optimistis yang menekankan atau memandang religiusitas sebagai sebuah kekuatan motivasional-dinamika.
2.      Pendekatan pesimistik yang menekankan religiusistas sebagai kekuatan dan struktur ideologis, baik oleh lapisan atas maupun oleh lapisan bawah dalam sebuah masyarakat muslim.
Denagn mengemukakan dua pendekatan tersebut dapatlah secara ringkas dilakukan pemetaan jenis-jenis dan pola pemikiran keagamaan yang sekarang yang berada dalam sebuah persimpangan yang menegangkan, sehingga ada tarik menarik antara pemahaman agama yang satu dengan yang lain sehingga di jadikan sebuah ladang politik oleh pemahaman orang-orang tradisionalis untuk merebut kekuasaan politik pada saat sekarang ini. Maka jelas terjawab sudah persoalan – persoalan pada zaman zaman ini yang bukan lagi spiritual yang di prioritaskan akan tetapi  kekuasaan target utama, sehingga krisis ekologi, kemiskinan global, dan sebagainya malah di biarkan begitu saja padahal inilah yang perlu diperiotaskan untuk pembangunan masyarakat sejatinya.

Untuk dapat memilih berbagai pendekatan dalam islam maka di perlukan beberapa asumsi pokok agar gambaran islam dari bebagai disiplin tidak saling bertentangan dan faktor fundamental yang merupakan premis dalam menentukan cara berpikir umat manusia.Islam sebagai agama yang fitrah haruslah memiliki kemampuan daya sentuh yang aktual terhadap seluruh kehidupan manusia yang coraknya beranek ragam dan islam itu juga harus lahir ( berawal ) dari kesadari diri manusianya bukan struktur, sehingga mudah diraskan, difahami, dan juga di manifestasikan oleh pemeluknya, adapun islam agama yang hakiki dalam diri manusia yang sejati sehingga memanifestasinya adalah adanya keesaan Allah dan keesaan umat untuk memiliki pedoma untuk memahami islam sesungguhnya bukan memecahkan kekuatan islam yang sudah ada pada saat sekarang. Dan pada modernisasi sekarang ini sudah ada golongan pemecah agama dan juga sudah menjelaskan dalam Al-quran.
“ Sesungguhnya orang –orang yang memecahkan belahkan agama mereka dan mereka menjadi golongan, bukanlah engkau dari golongan mereka sedikit pun. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah.. ..( surah, al-An`aam [6] : 159 ) “

Oleh sebab itu mari jaga islam menjadi islam sesungguhnya bukan  islam yang menjadi pemeta kekuasaan dalam kehidupan untuk mencukupi finasial semata. Karena hakikikatnya islam tidak mengajarkan untuk memecah kaumnya tapi hanya tapi mempererat saudaranya yang jauh di dekatkan, yang sakitnya di sembuhkan, dan juga yang di berikan bantuan yang mencukupi ekonominya bukannya bukan pembohongan di berikan kepadanya

Billahi Fisabilillhat Fastabiqul Khairat

Wasalam...