Reaktualisasi
sebagai upaya Ijtihad, apabila di tinjau dari sudut “ amanat “ Allah manusia di
tugaskan untuk memakmurkan bumi-Nya ( al- Hud ) dalam rangka meneruskan
penciptaan dalam pemeriharaan alam semesta. Oleh karena itu pembaruan menjadi
sebuah keniscayaan, Dalam membumikan pemahaman agama pada zaman sekarang ini karena
banyak kaum menafsirkan agama bukan pada konteknya lagi maka jelas pemahaman
pembaharuan harus di kemukan dalam dunia islam pada zaman moderm kebanyak
manusia di gaduhkan oleh hal – hal yang
bukan di syariahkan dalam Al-quran dan Al- hadits. Dalam memamahi agama
bukanlah memahami secara berlogika namum harus mengerti sesungguhnya Allah jelaskan
pada kita umat pada manusia membaca karena jelas dalam Al-quran sudah disebutkan, “ Bacalah “ (
Al-Alaq ) maka Allah menyuruh hambanya untuk membaca dan membaca teks Allah SWT
sesungguhnya bukan logika pikiran menjadi pedoman untuk mencerdaskan umat
sejatinya.
Dengan
demikian islam baru mampu mengisi makna kehidupan sesungguhnya, baik di dunia
maupun di akhirat kelak. Di dalam diri muslim persentuhan rasa ilahiyah ( yang
muklak ) dan rasa kesadaran manusia ( yang relatif ) merupakan dua kesadaran
yang bisa di bedakan, Namum tidak dapat di pisahkan. Kedua merupakan bagian
dari “ regiliusitas “ maka persentuhan tersebut adalah nilai yang prima (
Qur`an dan Hadits ) karena realitas kehidupan manusia sebagai ( Sunnatullah )
untuk memahami teks Allah sesungguhnya. Maka dalam konteks ini menjelaskan
agama sebagai suatu keharusan yang universal ( dari Allah SWT ) dari satu sisi
lain, dan kenyataan hidup pada dunia ini pada bagian lain, merupakan sumber
denamika Islam dalam membangun
peradaban. Untuk mampu mengugah kesadaran untuk mencari rumusan nilai – nilai yang
relevan, kontektual, segaligus sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat moderm
bukan pembaharuan doktrinisasi terhadap umat Islam untuk tidak mengenal Islam
secara luas, di karenakan banyak terjadi pada zaman ini disekitaran lingkaran lingkungan kita.
Oleh
karena itu reaktualisasi ajaran islam dapat mampu menjawab terhadap berbagai
tantangan masyarakat industrial – moderm dan juga menjadi pelita bagi umat
manusia dalam membangun peradabannya pada abab ini. Karena itu reaktualisasi
dapat dikatakan sebagai usaha untuk memberikan jawaban terhadap penerapan
ajaran Islam dalam kehidupan muktakhir dan bisa memberikan kontribusi bagi
pembentukan masyarakat yang adil, sejahtera dan moral.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus