Wahai pemilik kota jangan engkau belengukan diri dalam cerita kaum raja. Anggap saja raja dulu bagian catatan buruk dalam prabadan mu wahai pemilik kota.
Wahai pemilik kota, kehadiran ku jangan kau anggap untuk menghambakannmu dalam tirai-tirai kesedihan.
Sebab aku bukan pembawa luka terhadap mu. Dan cinta itu tidak mengenal berapa lama umurmu, soal status sosial mu sebab aku bukan hakim untuk menilainya.
Jangan engkau sandrakan cinta wahai pemilik kota, sebab ia bukan sifat malapetaka. Kehadirannya membawa rasa yang dibentuk saling untuk saling percaya.
Lhokseumawe, 16 April 2020
Ikbal Ramzani P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar